BAB I
PENDAHULUAN
I.
LATAR BELAKANG
Kehamilan
merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi
secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu (Prawirohardjo,
2002), selanjutnya dapat dijelaskan tingkat pertumbuhan dan besarnya janin
seusia kehamilan, pada setiap dilakukan pemeriksaan kehamilan (Depkes RI,
1994).
Banyak
wanita hamil berpendapat bahwa kehamilan membuat mereka merasa jadi orang lain,
dengan postur tubuh, perasaan dan tingkah laku berbeda. Para dokter dan
peneliti memahami peru bahan karakter wanita hamil, karena wanita dengan janin
yang tumbuh dalam kandungannya berbeda dalam keadaan yang istimewa dan unik.
Ada
empat perubahan utama fungsi tubuh yang terjadi karena kehamilan.
Pertama,
kadar hormon yang mengontrol siklus haid mengalami perubahan besar-besaran
setelah pembuahan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa wanita hamil mengalami
perbedaan hormon dibanding dengan yang tidak.
Kedua,
yang ini lebih mudah
diawasi. Terlihat jelas bahwa tubuh ibu berusaha mendukung dan menahan janin
yang sedang tumbuh. Meskipun sebagian wanita lebih suka dengan keadaan tubuhnya
sebelum hamil . sistem kekebalan tubuh, yaitu antibody dan sel-sel darah putih,
dirancang untuk mengidentifikasikan dan menghancurkan zat-zat asing yang masuk dalam tubuh.
Tiga,
janin dalam rahim membutuhkan makanan, rahim sang ibu bekerjasama dengan
jaringan-jaringan janin yang sedang tumbuh, memaksa plasenta untuk melakukan
tugas tersebut. Empat, makanan bergizi yang terus diterimanya membuat tubuh
janin berkembang!
Banyak
para perempuan menilai bahwa tanda-tanda kehamilan hanya melihat dari satu sisi
saja, yaitu terlambat datangnya menstruasi. Memang betul, salah satu
tanda-tanda kehamilan ini adalah terlambatnya menstruasi. Namun, terlambat
menstruasi ini juga bukan hanya disebabkan oleh kehamilan saja, banyak hal yang
mempengaruhinya, pola makan, stress, kecapaian, adanya gangguan hormonal
dsb. Untuk lebih mengetahui konsep dasar kehamilan, beruikut akan dibahas
tentang fisiologi kehamilan, pertumbuhan janin, serta tanda-tanda yang
menyertainya.
II.
RUMUSAN MASALAH
a. Jelaskan
fisiologi konsepsi dan kehamilan !
b. Apa
saja tanda-tanda kehamilan ?
c. Bagaimana
pertumbuhan dan perkembangan janin dan plasenta ?
III.
TUJUAN
a. Tujuan
umum
Tujuan umum penyusunan makalah ini adalah
mendukung kegiatan pembelajaran keparawatan, khususnya mata kuliah Keperawatan
Reproduksi I tentang Konsep Dasar Kehamilan serta melatih mahasiswa untuk
berpikir kritis.
b. Tujuan
khusus
Tujuan khusus penyusunan makalah ini adalah
memenuhi kewajiban dalam bentuk tugas kelompok menjelaskan tentang fisiologi
konsepsi dan kehamilan, tanda-tanda kehamilan (pasti dan tidak pasti), serta
pertumbuhan dan perkembangan janin dan plasenta, juga merupakan salah satu
persyaratan penilaian sebagai mahasiswa STIKES Mataram.
IV.
MANFAAT
Mendapatkan pengetahuan Keperawatan Reproduksi
I tentang konsep Dasar kehamilan sehingga nantinya dapat
mengembangkan pengetahuan tersebut dalam praktik keperawatan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
FISIOLOGI
KONSEPSI DAN KEHAMILAN
Kehamilan adalah peristiwa yang dimulai dari
konsepsi (pembuahan) dan berakhir dengan permulaan persalinan (Obstretric
Fisiologi UNPAJ:1990:5).
Kehamilan merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu (Prawirohardjo, 2002), selanjutnya dapat dijelaskan tingkat pertumbuhan dan besarnya janin seusia kehamilan, pada setiap dilakukan pemeriksaan kehamilan (Depkes RI, 1994).
Kehamilan merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu (Prawirohardjo, 2002), selanjutnya dapat dijelaskan tingkat pertumbuhan dan besarnya janin seusia kehamilan, pada setiap dilakukan pemeriksaan kehamilan (Depkes RI, 1994).
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya
janin. lama hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulun 7 hari) di
hitung dari haid pertama haid terakhir (di mulai dari konsepsi) sampai 6 bulan
, triwulan ketiga dari bulan ke 7 sampai 9 bulan. (saifudin, 2002). Proses
terjadinya kehamilan karena bertemunya sel telur dan sel sperma maka terjadilah
pembuahan. (Mouchtar 1998)
Pertumbuhan dan
perkembangan janin dimulai sejak terjadinya konsepsi. Kehamilan akan
berlangsung selama 280 hari atau 10 bulan atau 40 minggu terhitung dari haid pertama haid terakhir. Perubahan-perubahan dan organogenesis
terjadi pada berbagai periode kehamilan.
Pertumbuhan
hasil konsepsi
dibedakan menjadi 3 tahapan penting yaitu: tingkat ovum (telur) umur 0-2 minggu, dimana hasil
konsepsi belum
tampak terbentuk dalam pertumbuhan; embrio (mudigah) antara umur 3-5 minggu dan sudah tampak rancangan
bentuk alat-alat tubuh; janin (fetus) di atas usia 5 minggu dan sudah berbentuk manusia.
Bulan ke-0
Minggu ke-4/ Bulan ke-1
Bagian tubuh embrio yang pertama muncul akan menjadi tulang belakang, otak, dan saraf tulang belakang. Jantung, sirkulasi darah
dan pencernaan juga sudah terbentuk.
Minggu ke-8/ Bulan ke-2
Panjang janin 250 mm. Jantung mulai
memompa darah. Raut
muka dan bagian utama otak dapat terlihat. Terbentuk telinga, tulang dan otot di bawah kulit yang tipis.
Minggu ke-12/ Bulan ke-3
Panjang janin 7-9 cm. Tinggi rahim di atas simpisis (tulang kemaluan). Embrio menjadi janin. Denyut jantung
terlihat pada USG. Mulai ada gerakan. Sudah ada pusat tulang, kuku, ginjal mulai memproduksi urin.
Minggu ke-16/ Bulan ke-4
Panjang janin 10-17 cm. Berat janin 100 gram. Tinggi rahim setengah atas simpisis – pubis. Sistem muskuloskeletal sudah matang, sistem saraf mulai
melakukan kontrol. Pembuluh darah berkembang cepat. Tangan janin dapat menggenggam. Kaki menendang aktif. Pankreas memproduksi insulin. Kelamin luar
sudah dapat ditentukan jenisnya.
Minggu ke-20/ Bulan ke-5
Panjang janin 18-27 cm. Berat janin 300 gram. Tinggi rahim setinggi pusat. Verniks
melindungi tubuh. Lanugo menutupi tubuh dan menjaga minyak pada kulit.
Terbentuk alis, bulu mata, dan rambut. Janin membuat jadwal teratur tidur, menelan dan menendang.
Minggu ke-24/ Bulan ke-6
Panjang janin 28-34 cm. Berat rahim 600 gram. Tinggi rahim di atas pusat. Kerangka berkembang
cepat. Berkembangnya sistem pernafasan.
Minggu ke-28/ Bulan ke-7
Panjang janin 35-38 cm. Berat rahim 1000 gram. Tinggi rahim antara pertengahan pusat – prosessus
xifodeus. Janin bisa
bernafas, menelan dan mengatur suhu. Terbentuk surfaktan dalam
paru-paru. Mata
mulai membuka dan menutup. Bentuk janin dua pertiga bentuk saat lahir.
Minggu ke-32/ Bulan ke-8
Panjang janin 42,5 cm. Berat rahim 1700 gram. Tinggi rahim dua pertiga di atas pusat. Simpanan lemak berkembang di bawah kulit. Janin mulai menyimpan zat besi, kalsium dan fosfor. Kulit merah dan gerak aktif.
Minggu ke-36/ Bulan ke-9
Panjang janin 46 cm. Berat rahim 2500 gram. Tinggi rahim setinggi prosessus xifodeus.
Kulit penuh lemak, organ
sudah sempurna.
Minggu ke-40/ Bulan ke-10
Panjang janin 50 cm. Berat rahim 3000 gram. Tinggi rahim dua jari bawah prossesus xifodeus.
Kepala janin masuk PAP (pintu atas panggul), kuku panjang, testis telah turun. Kulit
halus hampir tidak ada lanugo.
a.
Fisiologi
konsepsi
Ejakulasi pada pria, yang hanya
berlangsung satu atau dua detik, merupakan peristiwa singkat yang mengawali dan
mengakhiri peranannnya dalam 38 minggu yang dibutuhkan untuk menghasilkan bayi.
Pada koitus atau persetubuhan air mani terpencar ke dalam ujung atas dari vagina
sebanyak kurang lebih 3 cc. Dalam air mani terdapat spermatozoa ( sel-sel
mani sebanyak kurang lebih 100-120 juta tiap cc ) banyak sel mani seperti
kecebong dengan kepala yang lonjong dan ekor yang panjang seperti cambuk.
Antara kepala dan ekor masih dapat di bedakan bagian tengah atau leher. Inti sel terdapat pada kepala sedangkan ekor
berguna untuk bergerak maju. Karena
pergerakan ini maka dalam satu jam saja spermatozoa melalui canalis cervicalis
dan covum arteri kemudian bergerak dalam tuba. Di sini sel mani menunggu
kedatangan sel telur. Jika kebetulan pada saat ini terjadi ovulasi, maka
mungkin vertilasasi berlangsung.
Maka
jelaslah bahwa hanya coitus sekitar saat
ovulasi yang dapat menghasilkan kehamilan . Sel telur dapat di buahi hanya
beberapa jam setelah ovulasi, sedangkan sel mani dalam badan wanita masih kuat
membuahi selama satu-dua hari. Penghamilan terjadi kalau ada pertemuan dan
persenyawaan antara sel telur ( ovum )
dan sel mani ( spermatozon ). Waktu ovulasi sel telur masih diliputi
oleh corona radiata tapi rupa-rupanya spermatozoa mempunyai enzim hyaluronidase
yang dapat mencairkan cororna radiata tersebut sehingga salah satu spermatozon
dapat menembus dinding sel telur.
Setelah
persenyawan antara sel telur dan sel mani, yang biasanya terjadi dalam ampula
tuba maka sel telur disebut zigote, jadi zigote adalah ovum yang telah di buahi
oleh spermatozon.
Sebelum
terjadi fertilisasi sel telur maupun sel mani telah menngalami proses
pematangan yang tidak hanya berwujud dalam perubahan bentuk tapi juga perubahan
dari jumlah kromosom. Induk dari sel telur disebut oogonium, yang menghasilkan
sebuah sel telur dan tiga buah benda poler yang hanya mempunyai kromosom dari
sel yang biasa.
Induk
sel mani, ialah spermatogonium yang menghasilkan empat ekor spermatozoa juga
dengan separuh kromosom dari sel biasa.
Setelah
fertilisasi, maka zigot mempunyai 46 buah kromosom lagi, 23 buah dari sel mani
dan 23 buah dari sel telur. Karena kromosom yang menentukan sifat-sifat
makhluk, maka dapat dipahami bahwa zigot
yang kelak akan menjadi anak untuk sebagian mempunyai sifat-sifat dari ayanh
dan sebagian sifat-sifat dari ibu.
b.
Fisiologi
kehamilan
Zygote
membelah diri dengan cepat dan membentuk bola padat yang terdiri dari beberapa
sel kemudian berjalan melalui tuba falopii menuju cavum uteri.
Embrioyang
sedang berkembang mulai mengadakan diferensiasi untuk membentuk menjadi janin –
plasenta dan selaput ketuban.
Prekursor
pembentuk membran korionik primitif menghasilkan hCG – human chorionic
gonadotropin. hCG memiliki aktivitas biologik yang menyerupai LH dan
mengambil alih fungsi luteinisasi.
Pada
hari ke 14 pasca konsepsi pertumbuhan uterus dan perkembangan desidua (
endometrium pada masa kehamilan ) ditentukan oleh corpus luteum dibawah
pengaruh hormon hipofisis . Setelah itu, kadar LH akan menurun sebagai respon
dari meningkatnya hCG.
Dibawah
pengaruh hCG, corpus luteum terus tumbuh dan berkembang serta mengeluarkan
steroid ovarium untuk mempertahankan pertumbuhan uterus. Kadar hCG mencapai
puncaknya pada kehamilan sekitar 10 – 12 minggu ( 90 hari ) dan setelah
itu secara konstan menurun. Penurunan kadar hCG ini akan menyebab kan
menurunnya kadar estrogen dan progesteron ovarium. Dengan menurunnya peranan
ovarium dalam mempertahankan kehamilan, plasenta mengambil alih funsgi
tersebut. Produksi steroid plasenta berlimpah dan analog dengan hormon
hipotalamus dan hipofisis. Kapasitas produksi hormon terus meningkat dengan
semakin bertambahnya usia kehamilan.
Diferensiasi embrio
menjadi jaringan yang akan menjadi janin dan plasenta terjadi sesaat
setelah konsepsi ; ovum yang sudah dibuahi membelah dengan cepat selama
perjalannya dalam tuba falopi.
Bila
kelompok sel yang dsebut sebagai morula mencapai cavum uteri maka terbentuklah ” inner
cell mass”.
Pada stadium
Blastosis , mass tersebut di bungkus dengan sel trofoblas primitif. Didalam
sel tersebut terjadi
produksi hormon secara aktif sejak awal kehamilan dan juga membentuk EPF (
early pregnancy factor ) yang mencegah rejeksi hasil konsepsi.
Pada stadium
ini, zygote harus mengadakan implantasi untuk memperoleh nutrisi dan oksigen
yang memadai. Terjadi perkembangan “inner cell mass” kedalam lapisan ektodermal
dan endodermal. Diantara kedua lapisan tersebut terbentuk lapisan mesodermal
yang akan tumbuh keluar untuk membentuk mesoderm ekstra embrionik.
Pada stadium
ini terbentuk 2 rongga yaitu “yolc sac” dan cavum amnion. Kantung amnion
berasal dari ektoderm dan yolc sac dari endoderm. Pada stadium ini, cavum
amnion masih amat kecil.
2 rongga
yang terbungkus oleh mesoderm bergerak kearah blastosis
Batang
mesodermal akan membentuk talipusat. Area embrionik yang terdiri dari ektoderm
– endoderm dan mesoderm akan membentuk janin.
Cavum anion
semakin berkembang sehingga mencapai sampai mencapai dinding blastosis. Bagian
dari Yolc sac tertutup dalam embrio dan sisanya membentuk tabung yang akan
menyatu dengan tangkai mesodermal.
Pembuluh
darah terbentuk dalam mesoderm embrionik dan mesoderm trofoblas . Ekstensi
pembuluh darah didalam tangkai penghubung akan membentuk 2 arteri dan 1 vena dalam
talipusat.
Dalam
embrio, pembuluh darah pada ujung sepalik akan mengalami diferensiasi membentuk
jantung. Pembentuk darah janin terjadi dalam pembuluh darah primitif trofoblas
dan janin yang sedang tumbuh.
Pertukaran
nutrien dan gas respirasi difasilitasi oleh sirkulasi fetotrofoblas. Formasi
dan diferensiasi sistem hematopoetik vaskular terjadi pada kehamilan minggu ke
III dan IV.
Kehamilan
matur ( cukup bulan ) berlangsung kira-kira 40 minggu (280 hari) dan tidak
lebih dari 43 minggu (300 hari). Kehamilan yang berlangsung antara 28
dan 36 minggu disebut kehamilan prematur, sedangkan bila lebih dari 43 minggu
disebut kehamilan postmatur. Menurutr usia kehamilan, kehamilan dibagi menjadi:
-
Kehamilan trimester pertama : 0-14
minggu
-
Kehamilan trimester kedua : 14-28 minggu
-
Kehamian trimester ketiga : 28-42
minggu.
B.
TANDA-TANDA
KEHAMILAN
Tanda-tanda kehamilan
merupakan saat yang paling dinantikan oleh seorang perempuan yang menginginkan
dirinya memiliki seorang buah hati dambaan keluaga (family hoping).
Dengan terjadinya kehamilan menandakan bahwa pasangan suami isteri memiliki tingkat kesuburan
yang baik dan hal ini juga menandakan bahwa mereka tidak memiliki masalah
kesehatan yang berarti.
Dengan datangnya tanda-tanda
kehamilan, hadirnya seorang buah hati dalam keluarga mereka tinggalah menunggu
waktu. Keluarga terasa semakin lengkap dengan kehadiran buah hati yang dinanti.
Namun ada kalanya, pasangan suami isteri belum
mengetahui secara betul mengenai tanda-tanda kehamilan ini. Mereka
kadang masih bingung membedakan mana tanda-tanda kehamilan (pregnancy
symptoms) sebenarnya dengan tanda akan datang menstruasi, karena
banyak kasus terjadi bahwa tanda-tanda kehamilan biasanya mirip dengan
tanda-tanda akan datang menstruasi. Ketidaktahuan mengenai hal ini juga
menyebabkan beberapa kasus terjadinya keguguran
(miscarriage).
Hal ini disebabkanmasih dilakukannya suatu
aktivitas atau konsumsi makanan yang seharusnya tidak boleh dilakukan selama
kehamilan, padahal sebetulnya dia sudah mengalami kehamilan. Dengan
ketidaktahuan akan tanda-tanda kehamilan juga mengakibatkan persiapan yang
matang menyongsong kehamilan menjadi terabaikan.
1.
Tanda-tanda
preasumtif/dugaan kehamilan
a. Amenore
(tidak mendapat haid)
Penting
diketahui tanggal hari pertama haid terakhir untuk menentukan usia kehamilan
dan taksiran partus. Rumus taksiran partus menurut Naegele bila siklus haid ±
28 hari adalah: tanggal + 7,bulan – 3.
b. Nausea
(enek) dengan atau tanpa vomitus (muntah)
Sekitar
50% perempuan yang mengalami kehamilan akan memiliki tanda-tanda ini. Pemicunya
adalah peningkatan hormon secara tiba-tiba dalam aliran darah. Hormon tersebut
adalah HCG (Human chorionic Gonadotrophin). Selain dalam darah,
peningkatan hormon ini juga terjadi pada saluran air kencing. Makanya, alat test pack kehamilan
dilakukan melalui media air seni, hal ini dilakukan untuk mengukur terjadinya
peningkatan kadar hormon HCG tersebut. Peningkatan hormon ini akan
mengakibatkan efek pedih pada lapisan perut dan menimbulkan rasa mual.
Rasa
mual ini biasanya akan menghilang memasuki kehamilan trimester kedua. Jika,
rasa mual dan muntah masih terjadi pada usia kehamilan trimester kedua,
sebaiknya periksakan dan konsultasikan
mengenai hal ini ke dokter anda, karena akan mengganggu kehamilan anda.
Mual
dan muntah ini biasa morning sickness karena biasanya terjadi pada
saat di pagi hari. Namun kenyataannya, mual dan muntah dapat terjadi pada siang
dan malam hari juga. Bahkan morning sickness terjadi hanya ketika si ibu
mencium aroma atau wewangian tertentu.
c. Mengidam
( mengingikan makanan atau minuman tertentu).
Sering
terjadi pada bulan pertama akan tetapi hilang dengan semakin tuanya kehamilan.
d. Konstipasi/
obstipasi
Disebabkan
penurunan peristaltik usus oleh hormon steroid dan juga terjadi akibat
peningkatan hormon progesterone. Hormon ini selain mengendurkan otot-otot
rahim, juga berdampak pada mengendurnya otot dinding usus sehingga menyebabkan
sembelit atau susah buang air besar. Namun keuntungan dari keadaan ini adalah
memungkinkan peyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.
e. Sering
kencing
Terjadi
karena kandung kemih pada bulan-bulan pertama kehamilan tertekan uterus yang
mulai membesar. Gejala ini akan berkurang perlahan-lahan, lalu timbul lagi pada
akhir kehamilan.
f. Pingsan, mudah lelah dan mengantuk
Pada
ibu hamil selain disebabkan oleh perubahan hormonal, juga akibat kinerja dari
beberapa organ vital seperti ginjal, jantung, dan paru-paru, semakin bertambah.
Organ-organ vital ini tidak hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan ibu saja,
namun juga untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Perut ibu yang semakin
membesar seiring dengan bertambahnya usia kehamilan juga memberikan beban
tersendiri bagi tubuh ibu.Pingsan sering dijumpai bila berada di tempat ramai
pada bulan-bulan pertama kehamilan, lalu hilang setelah kehamilan 18 minggu.
g. Anoreksia
(tidak ada nafsu makan).
2.
Tanda-tanda
kehamilan tidak pasti
a. Pigmentasi
kulit. Terjadi kira-kira minggu ke-12 atau lebih. Timbul di pipi,hidung dan
dahi, dikenal sebagai kloasma gravidarum. Terjadi karena pengaruh hormon
plasenta yang merangsang melanofor dan kulit.
b. Leukore.
Sekret serviks meningkat karena pengaruh peningkatan hormon progesteron.
c. Epulis
(hipertrofi papila gingiva). Sering terjadi pada trimester pertama kehamilan.
d. Perubahan
payudara. Payudara menjadtegang dan membesar karena pangaruh estrogen dan
prtogesteron yang merangsang duktuli dan alveoli payudara. Daerah areola
menjadi lebih hitam karena deposit pigmen berlebihan. Terdapat kolostrum bila
kehamilan lebih dari 12 minggu.
e. Pembesaran
abdomen. Jelas terlihat setelah kehamilan 14 minggu.
f. Suhu
basal meningkat terus antara 37,2-37,8°C. Jika terjadi kehamilan atau ovulasi,
maka suhu
basal tubuh ibu akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan
selama terjadinya kehamilan. Kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum
terjadinya ovulasi.
g. Perubahan
organ-organ dalam pelvik:
-
Tanda chadwick : vagian livid, terjadi
kira-kira minggu ke-6.
-
Tanda hegar: segmen bawah uterus lembek
pada perabaan.
-
Tanda piscaseck : uterus membesar ke
salah satu jurusan.
-
Tanda braxton-hicks : uterus
brekontraksi bila dirangsang. Tanda ini khas untuk uterus pada masa kehamilan.
h. Tes
kehamilan.
Yang
banyak dipakai pemeriksaan hormon korionik gonadotropin (hCG) dalam urin.
Dasarnya reaksi antigen-antibodi dengan hCG sebagai antigen. Cara yang banyak
digunakan hemaglutinasi. Kadar terendah yang terdeteksi 50 iu/L hCG,dapat
ditemukan pada hari pertama haid tidak datang. Tes yang dikenal antara alain
testpack plus hCG-Urine®, sure step/ sure strip®, evatest®, event test®,
RST-hCG®, beta gravindex®,dsb. Hasil positif palsu dapat diperoleh dari
penyakit trofoblas ganas.
3.
Tanda-tanda
kehamilan pasti
a. Pada
palpasi dirasakan bagian janin dan balotemen serta gerak janin.
b. Pada
auskultasi terdengar bunyi jantung janin (BJJ). Dengan stetoskop Laennec BJJ
baru terdengar pada kehamilan 18-20 minggu. Dengan alat Doppler BJJ terdengar
pada kehamilan 12 mingggu.
c. Dengan
ultrasonografi (USG) atau scanning dapat dilihat gambaran janin.
d. Pada
pemeriksaan sinar X tampak kerangka janin. Tidak dilakukan lagi sekarng karena
dampak radiasi terhadap janin.
4.
Perubahan
fisiologi dalam kehamilan
a. Perubahan
pada system endokrin
1. Plasenta
Plasenta adalah
kelenjar hormone aktif yang khusus untuk kehamilan. Mormon yang dihasilkannya
adalah human chorionic gonadotropihin (HCG), estrogen, progesterone dan human
placental lactogen (HPL). Semua hormone ini sangat berguna dalam mendukung
kehidupan janin dan ibu selama masa kehamilan.
2. HCG
Hormon ini diproduksi
oleh sel tropoblast yang berkembang pada saat mulai menemplenya sel telur yang
telah dibuahi. Hormon ini akan dilepaskan kedarah ibu dan akan menstimulus
pertumbuhan korpus luteum pada trimester I kehamilan. Corpus luteum ini akan
memproduksi hormone estrogen dan progesterone yang merupakan hormone yang
sangat pentung untuk mempertahankan kehamilan.
3. Estrogen
Produksi estrogen pada
usia kehamilan sampai dengan 12 minggu diproduksi dalam jumlah besar oleh
korpus luteum dan sesudahnya diproduksi oleh plasenta. Fungsinya adalah
menstimulus pertumbuhan di dalam uterus. Duktus – duktus dalam mamae. Putting
susu ibu dan mempengaruhi vagina. Estrogen juga berperan meretensi atau menahan
cairan dan elektrolit dalam jaringan tubuh wanita hamil, menekan ovulasi dan
menghambat proses lactasi pada masa kehamilan.
4. Progesteron
Berfungsi membuat
uterus menjadi tebal sehingga bisa digunakan untuk penempelan hasil konsepsi,
mematangkan funsi mamae untuk siap memproduksi ASI.
b. Perubahan
pada organ reproduksi
1. Uterus
Selama kehamilan berat
uterus naik dari 60 gr menjadi 1000 gr pada usia kehamilan aterm. Ukurannya
menjadi panjang 30 cm X 23 Cm X 20 cm. Seluruh komponen jaringan yang ada dalam
uterus berperan dalam pertumbuhan kehamilan. Uterus menjadi tebal, disebut
deciduas oleh karena pertambahan besar dan jumlah sela baru. Pada awal
kehamilan uterus menjadi tebal, tetapi pada akhir kehamilan uterus melar dan
menipis, dimana saat kehamilan matang lapisan uterus hanya setebal 0,5 – 1 cm.
Bentuk uterus berubah dari seperti buah pear menjadi bulat pada 12 minggu I
kehamilan. Leher rahim berubah sedikit menjadi tebal. Panjang sedangkan servik
tidak berubah.
-
Braxon Hicks
Braxon hicks adalah
kontraksi tanpa rasa sakit yang ada pada trimester I kehamilan. Kontraksi ini
tidak menyebabkan pembukaan serviks. Kontraksi ini justru membantu sirkulasi
darah ibu ke plasenta.
-
Suplai darah
Suplai darah ke uterus
semakin meningkat saat kehamilan. Vena dan arteri mengalami pembesaran atau
dilatasi, sehingga memungkinkan untuk darah mengalir lebih banyak.
Rahim yang semula
besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertrofi dan
hiperplasia sehingga menjadi seberat 1000 gram saat akhir kehamilan otot rahim
mengalami hiperplasia dan hipertrofi menjadi lebih besar, lunak dan dapat
mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin.
2. Vagina
(Liang Senggama)
Vagina dan vulva mengalami
peningkatan pembuluh darah karena pengaruh esterogen sehingga tampak makin
merah dan kebiru-biruan (tanda chadwicks).
3. Ovarium
Pada terjadinya
kehamilan indung telur yang mengandung korpus luteum gravidarum akan meneruskan
fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 16 minggu,
tetapi setelah bulan IV corpus luteum ini akan mengisut.
4. Payudara
Payudara mengalami
pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan pemberian ASI pada saat laktasi.
Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat
kehamilan yaitu esterogen, progesteron dan somamotropin.
5. Dinding
Perut
Pada seorang
multigravida disamping strie yang baru terdapat juga garis putih agak mengkilat
ialah perut cicatrik dan strie gravidarum pada kehamilan yang lalu.
6. Kulit
Selain strie gravidarum
pada kulit terdapat pula hiperpigmentasi kadang-kadang terdapat pada kulit muka
(pipi) disebut cloasma gravidarum. Pada umumnya setelah partus selesai gejala
hiperpigmentasi ini akan menghilang.
5.
Perubahan
Psikologi Kehamilan
Menurut teori Reva
Rubin:
a. Trimester
I
-
Penerima keluarga khususnya pasutri
terhadap kehamilannya.
-
Perubahan kehidupan sehari-hari.
-
Mencari tanda kehamilan.
-
Merasa tidak sehat dan membenci
kehamilannya.
-
Merasakan kekecewaan, penolakan,
kecemasan, kesedihan.
-
Hasrat hubungan seks terbatas.
-
Khawatir kehilangan bentuk tubuh.
-
Ketidakstabilan mirip sindroma prahaid,
mudah marah, ayunan suasana hati, irasionalisme, cengeng.
-
Perasaan was-was, takut dan gembira.
b. Trimester
II
-
Ibu merasa sehat.
-
Perut belum terlalu besar sehingga belum
dirasa beban.
-
Sudah menerima kehamilan.
-
Libido meningkat.
-
Mulai merasa gerak janin.
-
Merasakan kehadiran bayi sebagai seorang
diluar dirinya.
-
Merasa terlepas dari rasa cemas dan
tidak nyaman.
c. Trimester
III
-
Disebut periode menunggu dan waspada
sebab rasa tidak sabar menunggu kehamilannya.
-
Gerakan bayi dan membesarnya perut
kadang merasa khawatir bayinya lahir sewaktu-waktu.
-
Meningkatkan kewaspadaan timbulnya tidak
dan gejala persalinan.
-
Rasa tidak nyaman.
-
Kehilangan perhatian yang didapat dari hamil.
-
Semakin ingin menyudahi rasa
kehamilannya.
-
Tidak sabaran dan resah.
-
Bermimpi dan berkhayal tentang si bayi.
6.
Perubahan
pada system lain
a. Perubaha pada system kardiovaskuler
Selama
kehamilan diafragma terdorong keatas secara progresif, jantung terdesak keatas.
Akibatnya apex jantung akan sedikit ke lateral bila dibandingkan dengan posisi
wanita normal.
b. Sistem
pernafasan
Wanita
hamil kadang mengeluh sesak dan pendek nafas. Ini disebabkan oleh usus yang
tertekan kearah diafragma akibat uterus yang membesar.
c. Sistem
pencernaan .
Semakin
bertambahnya umur kehamilan lambung dan usus terdesak oleh uterus yang
membesar. Tonus otot – otot saluran pencernaan melemah dan makanan akan lebih
lama berada dalam saluran pencernaan. Reabsorbsi makanan sempurna tetapi akan
menimbulkan obstipasi.
d. Sistem
muskokelatal
Lordosis
yang progresif merupakan komplikasi posisisi kedepan akibat uterus yang
membesar, lordosisis menggeser pusat daya berat kebelakang kea rah tungkaiyang
pada gilirannya menyebabkan perasaan tidak enak pada bagian bawah pinggang
terutama pada akhir kehamilan.
e. Sistem
urinaria
Pembesaran
dan penekanan uterus akibat bertambah besarnya kehamilan mengakibatkan meningkatnya
frkuensi kencing.
f. Sistem
endokrin
Kelenjar
tiroid dapat membesar sedikit sebagai kompensasi konsentrasi yodium yang
rendah, kelenjar hiofise dapat membesar tetapi tidak berperan dalam kehamilan
dan kelenjar adrenal tidak berpengaruh.
g. Sistem
reproduksi
Terjadi
perubahan pada uterus, ovarium, vagina, vulva dan dinding perut.
h. Sistem
integument
Pada
kulit terjadi hiper pigmentasi yaitu pada muka, payudara, perut dan vulva.
(Pritchard, 1998)
i.
Perubahan psikis
Perubahan
psikis ini meliputi perasaan takut yang ditimbulkan karena kehamilan
menyebabkan perubahan besar pada badan ibu yang dianggap sesuatu yang baru.
(Obstetri dan ginekologi, FK Padjadjaran Bandung, 1990).
C.
PERTUMBUHAN
DAN PERKEMBANGAN JANIN DAN PLASENTA
1.
Pertumbuhan
dan Perkembangan Janin
a. Minggu
ke O Perkembangan janin.
Sperma membuahi ovum
yang kemudian membagi dan masuk ke dalam uterus menempel sekitar hari ke – 11.
b. Minggu
ke – 4 atau bulan ke – I
-
Perkembangan janin
Dari discus embrionik,
bagian tubuh yang pertama muncul yang kemudian akan menjadi tulang belakang,
otak dan saraf tulang belakang. Jantung, sirkulasi darah dan saluran
pencernakan terbentuk. Embrio kurang dari 0,64 cm.
-
Perubahan – perubahan maternal
Ibu terlambat
menstruasi. Payudara menjadi membesar. Kelelahan yang kronik (menetap) dan
sering kencing mulai terjadi berlangsung selama 3 bulan berikutnya, HCG ada
didalam urine dan serum 9 hari.
c. Minggu
ke 8 atau bulan ke – II
-
Perkembangan janin
Perkembangan cepat.
Jantungnya mulai memompa darah. Anggota badan terbentuk dengan baik. Perut muka
dan bagian utama otak dapat dilihat. Telingga terbentuk dari lipatan kulit
tulang dan otot yang kecil terbentuk dibawah kulit.
-
Perubahan – perubahan maternal
Mual muntah (morning
sicknes). Mungkin terjadi sampai usia kehamilan 12 minggu. Uterus berubah dari
bentuk pear menjadi globular. Tanda- tanda hegar dan goodell muncul. Serviks fleksi.
Leukorrhea meningkat. Ibu mungkin terkejut atau senang dengan kehamilannya.
Penambahan berat badan belum terlihat nyata.
d. Minggu
ke 12 atau belan ke – III

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar