Jumat, 06 Juli 2012

konsep dasar kehamilan


BAB I
PENDAHULUAN

I.              LATAR BELAKANG
Kehamilan merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu (Prawirohardjo, 2002), selanjutnya dapat dijelaskan tingkat pertumbuhan dan besarnya janin seusia kehamilan, pada setiap dilakukan pemeriksaan kehamilan (Depkes RI, 1994).
Banyak wanita hamil berpendapat bahwa kehamilan membuat mereka merasa jadi orang lain, dengan postur tubuh, perasaan dan tingkah laku berbeda. Para dokter dan peneliti memahami peru bahan karakter wanita hamil, karena wanita dengan janin yang tumbuh dalam kandungannya berbeda dalam keadaan yang istimewa dan unik.
Ada empat perubahan utama fungsi tubuh yang terjadi karena kehamilan.
Pertama, kadar hormon yang mengontrol siklus haid mengalami perubahan besar-besaran setelah pembuahan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa wanita hamil mengalami perbedaan hormon dibanding dengan yang tidak.
Kedua, yang ini lebih mudah diawasi. Terlihat jelas bahwa tubuh ibu berusaha mendukung dan menahan janin yang sedang tumbuh. Meskipun sebagian wanita lebih suka dengan keadaan tubuhnya sebelum hamil . sistem kekebalan tubuh, yaitu antibody dan sel-sel darah putih, dirancang untuk mengidentifikasikan dan menghancurkan zat-zat asing yang masuk dalam tubuh.
Tiga, janin dalam rahim membutuhkan makanan, rahim sang ibu bekerjasama dengan jaringan-jaringan janin yang sedang tumbuh, memaksa plasenta untuk melakukan tugas tersebut. Empat, makanan bergizi yang terus diterimanya membuat tubuh janin berkembang!
Banyak para perempuan menilai bahwa tanda-tanda kehamilan hanya melihat dari satu sisi saja, yaitu terlambat datangnya menstruasi. Memang betul, salah satu tanda-tanda kehamilan ini adalah terlambatnya menstruasi. Namun, terlambat menstruasi ini juga bukan hanya disebabkan oleh kehamilan saja, banyak hal yang mempengaruhinya, pola makan, stress, kecapaian, adanya gangguan hormonal dsb. Untuk lebih mengetahui konsep dasar kehamilan, beruikut akan dibahas tentang fisiologi kehamilan, pertumbuhan janin, serta tanda-tanda yang menyertainya.

II.           RUMUSAN MASALAH
a.       Jelaskan fisiologi konsepsi dan kehamilan !
b.      Apa saja tanda-tanda kehamilan ?
c.       Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan janin dan plasenta ?

III.        TUJUAN
a.       Tujuan umum
Tujuan umum penyusunan makalah ini adalah mendukung kegiatan pembelajaran keparawatan, khususnya mata kuliah Keperawatan Reproduksi I tentang Konsep Dasar Kehamilan serta melatih mahasiswa untuk berpikir kritis.
b.      Tujuan khusus
Tujuan khusus penyusunan makalah ini adalah memenuhi kewajiban dalam bentuk tugas kelompok menjelaskan tentang fisiologi konsepsi dan kehamilan, tanda-tanda kehamilan (pasti dan tidak pasti), serta pertumbuhan dan perkembangan janin dan plasenta, juga merupakan salah satu persyaratan penilaian sebagai mahasiswa STIKES Mataram.
IV.        MANFAAT
Mendapatkan pengetahuan Keperawatan Reproduksi I tentang konsep Dasar kehamilan  sehingga nantinya dapat mengembangkan pengetahuan tersebut dalam praktik keperawatan.













BAB II
PEMBAHASAN

A.    FISIOLOGI KONSEPSI DAN KEHAMILAN
Kehamilan adalah peristiwa yang dimulai dari konsepsi (pembuahan) dan berakhir dengan permulaan persalinan (Obstretric Fisiologi UNPAJ:1990:5).
Kehamilan merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu (Prawirohardjo, 2002), selanjutnya dapat dijelaskan tingkat pertumbuhan dan besarnya janin seusia kehamilan, pada setiap dilakukan pemeriksaan kehamilan (Depkes RI, 1994).
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. lama hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulun 7 hari) di hitung dari haid pertama haid terakhir (di mulai dari konsepsi) sampai 6 bulan , triwulan ketiga dari bulan ke 7 sampai 9 bulan. (saifudin, 2002). Proses terjadinya kehamilan karena bertemunya sel telur dan sel sperma maka terjadilah pembuahan. (Mouchtar 1998)
Pertumbuhan dan perkembangan janin dimulai sejak terjadinya konsepsi. Kehamilan akan berlangsung selama 280 hari atau 10 bulan atau 40 minggu terhitung dari haid pertama haid terakhir. Perubahan-perubahan dan organogenesis terjadi pada berbagai periode kehamilan.
Pertumbuhan hasil konsepsi dibedakan menjadi 3 tahapan penting yaitu: tingkat ovum (telur) umur 0-2 minggu, dimana hasil konsepsi belum tampak terbentuk dalam pertumbuhan; embrio (mudigah) antara umur 3-5 minggu dan sudah tampak rancangan bentuk alat-alat tubuh; janin (fetus) di atas usia 5 minggu dan sudah berbentuk manusia.



Bulan ke-0
Sperma membuahi ovum, membelah, masuk di uterus dan menempel pada hari ke-11
Gambar 1. Zigot
Minggu ke-4/ Bulan ke-1
Bagian tubuh embrio yang pertama muncul akan menjadi tulang belakang, otak, dan saraf tulang belakang. Jantung, sirkulasi darah dan pencernaan juga sudah terbentuk.
Gambar 2. Janin 4 minggu
Minggu ke-8/ Bulan ke-2
Panjang janin 250 mm. Jantung mulai memompa darah. Raut muka dan bagian utama otak dapat terlihat. Terbentuk telinga, tulang dan otot di bawah kulit yang tipis.
Gambar 3. Janin 8 minggu
Minggu ke-12/ Bulan ke-3
Panjang janin 7-9 cm. Tinggi rahim di atas simpisis (tulang kemaluan). Embrio menjadi janin. Denyut jantung terlihat pada USG. Mulai ada gerakan. Sudah ada pusat tulang, kuku, ginjal mulai memproduksi urin.
Gambar 4. Janin 12 minggu
Minggu ke-16/ Bulan ke-4
Panjang janin 10-17 cm. Berat janin 100 gram. Tinggi rahim setengah atas simpisispubis. Sistem muskuloskeletal sudah matang, sistem saraf mulai melakukan kontrol. Pembuluh darah berkembang cepat. Tangan janin dapat menggenggam. Kaki menendang aktif. Pankreas memproduksi insulin. Kelamin luar sudah dapat ditentukan jenisnya.
Gambar 5. Janin 16 minggu
Minggu ke-20/ Bulan ke-5
Panjang janin 18-27 cm. Berat janin 300 gram. Tinggi rahim setinggi pusat. Verniks melindungi tubuh. Lanugo menutupi tubuh dan menjaga minyak pada kulit. Terbentuk alis, bulu mata, dan rambut. Janin membuat jadwal teratur tidur, menelan dan menendang.
Gambar 6. Janin 20 minggu
Minggu ke-24/ Bulan ke-6
Panjang janin 28-34 cm. Berat rahim 600 gram. Tinggi rahim di atas pusat. Kerangka berkembang cepat. Berkembangnya sistem pernafasan.
Gambar 7. Janin 24 minggu
Minggu ke-28/ Bulan ke-7
Panjang janin 35-38 cm. Berat rahim 1000 gram. Tinggi rahim antara pertengahan pusat – prosessus xifodeus. Janin bisa bernafas, menelan dan mengatur suhu. Terbentuk surfaktan dalam paru-paru. Mata mulai membuka dan menutup. Bentuk janin dua pertiga bentuk saat lahir.
Gambar 8. Janin 28 minggu

Minggu ke-32/ Bulan ke-8
Panjang janin 42,5 cm. Berat rahim 1700 gram. Tinggi rahim dua pertiga di atas pusat. Simpanan lemak berkembang di bawah kulit. Janin mulai menyimpan zat besi, kalsium dan fosfor. Kulit merah dan gerak aktif.
Gambar 9. Janin 32 minggu
Minggu ke-36/ Bulan ke-9
Panjang janin 46 cm. Berat rahim 2500 gram. Tinggi rahim setinggi prosessus xifodeus. Kulit penuh lemak, organ sudah sempurna.
Gambar 10. Janin 36 minggu
Minggu ke-40/ Bulan ke-10
Panjang janin 50 cm. Berat rahim 3000 gram. Tinggi rahim dua jari bawah prossesus xifodeus. Kepala janin masuk PAP (pintu atas panggul), kuku panjang, testis telah turun. Kulit halus hampir tidak ada lanugo.
Gambar 11. Janin 40 minggu
a.      Fisiologi konsepsi
Ejakulasi pada pria, yang hanya berlangsung satu atau dua detik, merupakan peristiwa singkat yang mengawali dan mengakhiri peranannnya dalam 38 minggu yang dibutuhkan untuk menghasilkan bayi. Pada koitus atau persetubuhan air mani terpencar ke dalam ujung atas dari vagina sebanyak  kurang lebih 3 cc.  Dalam air mani terdapat spermatozoa ( sel-sel mani sebanyak kurang lebih 100-120 juta tiap cc ) banyak sel mani seperti kecebong dengan kepala yang lonjong dan ekor yang panjang seperti cambuk. Antara kepala dan ekor masih dapat di bedakan bagian tengah atau leher. Inti  sel terdapat pada kepala sedangkan ekor berguna untuk bergerak  maju. Karena pergerakan ini maka dalam satu jam saja spermatozoa melalui canalis cervicalis dan covum arteri kemudian bergerak dalam tuba. Di sini sel mani menunggu kedatangan sel telur. Jika kebetulan pada saat ini terjadi ovulasi, maka mungkin vertilasasi berlangsung.
Maka jelaslah bahwa hanya coitus sekitar  saat ovulasi yang dapat menghasilkan kehamilan . Sel telur dapat di buahi hanya beberapa jam setelah ovulasi, sedangkan sel mani dalam badan wanita masih kuat membuahi selama satu-dua hari. Penghamilan terjadi kalau ada pertemuan dan persenyawaan antara sel telur ( ovum )  dan sel mani ( spermatozon ). Waktu ovulasi sel telur masih diliputi oleh corona radiata tapi rupa-rupanya spermatozoa mempunyai enzim hyaluronidase yang dapat mencairkan cororna radiata tersebut sehingga salah satu spermatozon dapat menembus dinding sel telur.
Setelah persenyawan antara sel telur dan sel mani, yang biasanya terjadi dalam ampula tuba maka sel telur disebut zigote, jadi zigote adalah ovum yang telah di buahi oleh spermatozon.
Sebelum terjadi fertilisasi sel telur maupun sel mani telah menngalami proses pematangan yang tidak hanya berwujud dalam perubahan bentuk tapi juga perubahan dari jumlah kromosom. Induk dari sel telur disebut oogonium, yang menghasilkan sebuah sel telur dan tiga buah benda poler yang hanya mempunyai kromosom dari sel yang biasa.
Induk sel mani, ialah spermatogonium yang menghasilkan empat ekor spermatozoa juga dengan separuh kromosom dari sel biasa.
Setelah fertilisasi, maka zigot mempunyai 46 buah kromosom lagi, 23 buah dari sel mani dan 23 buah dari sel telur. Karena kromosom yang menentukan sifat-sifat makhluk,  maka dapat dipahami bahwa zigot yang kelak akan menjadi anak untuk sebagian mempunyai sifat-sifat dari ayanh dan sebagian sifat-sifat dari ibu.
b.      Fisiologi kehamilan
Zygote membelah diri dengan cepat dan membentuk bola padat yang terdiri dari beberapa sel kemudian berjalan melalui tuba falopii menuju cavum uteri.
Embrioyang sedang berkembang mulai mengadakan diferensiasi untuk membentuk menjadi janin – plasenta dan selaput ketuban.
Prekursor pembentuk membran korionik primitif menghasilkan hCG – human chorionic gonadotropin. hCG memiliki aktivitas biologik yang menyerupai LH dan mengambil alih fungsi luteinisasi.
Pada hari ke 14 pasca konsepsi pertumbuhan uterus dan perkembangan desidua ( endometrium pada masa kehamilan ) ditentukan oleh corpus luteum dibawah pengaruh hormon hipofisis . Setelah itu, kadar LH akan menurun sebagai respon dari meningkatnya hCG.
clip_image002
Dibawah pengaruh hCG, corpus luteum terus tumbuh dan berkembang serta mengeluarkan steroid ovarium untuk mempertahankan pertumbuhan uterus. Kadar hCG mencapai puncaknya pada kehamilan sekitar 10 – 12 minggu ( 90 hari ) dan setelah itu secara konstan menurun. Penurunan kadar hCG ini akan menyebab kan menurunnya kadar estrogen dan progesteron ovarium. Dengan menurunnya peranan ovarium dalam mempertahankan kehamilan, plasenta mengambil alih funsgi tersebut. Produksi steroid plasenta berlimpah dan analog dengan hormon hipotalamus dan hipofisis. Kapasitas produksi hormon terus meningkat dengan semakin bertambahnya usia kehamilan.
Diferensiasi embrio menjadi jaringan yang akan menjadi janin dan plasenta terjadi sesaat setelah konsepsi ; ovum yang sudah dibuahi membelah dengan cepat selama perjalannya dalam tuba falopi.
clip_image003
Bila kelompok sel yang dsebut sebagai morula mencapai cavum uteri maka terbentuklahinner cell mass”.
Pada stadium Blastosis , mass tersebut di bungkus dengan sel trofoblas primitif. Didalam sel tersebut terjadi produksi hormon secara aktif sejak awal kehamilan dan juga membentuk EPF ( early pregnancy factor ) yang mencegah rejeksi hasil konsepsi.
Pada stadium ini, zygote harus mengadakan implantasi untuk memperoleh nutrisi dan oksigen yang memadai. Terjadi perkembangan “inner cell mass” kedalam lapisan ektodermal dan endodermal. Diantara kedua lapisan tersebut terbentuk lapisan mesodermal yang akan tumbuh keluar untuk membentuk mesoderm ekstra embrionik.
clip_image005
Pada stadium ini terbentuk 2 rongga yaitu “yolc sac” dan cavum amnion. Kantung amnion berasal dari ektoderm dan yolc sac dari endoderm. Pada stadium ini, cavum amnion masih amat kecil.
clip_image007
2 rongga yang terbungkus oleh mesoderm bergerak kearah blastosis
Batang mesodermal akan membentuk talipusat. Area embrionik yang terdiri dari ektoderm – endoderm dan mesoderm akan membentuk janin.
Cavum anion semakin berkembang sehingga mencapai sampai mencapai dinding blastosis. Bagian dari Yolc sac tertutup dalam embrio dan sisanya membentuk tabung yang akan menyatu dengan tangkai mesodermal.
Pembuluh darah terbentuk dalam mesoderm embrionik dan mesoderm trofoblas . Ekstensi pembuluh darah didalam tangkai penghubung akan membentuk 2 arteri dan 1 vena dalam talipusat.
clip_image009
Dalam embrio, pembuluh darah pada ujung sepalik akan mengalami diferensiasi membentuk jantung. Pembentuk darah janin terjadi dalam pembuluh darah primitif trofoblas dan janin yang sedang tumbuh.
Pertukaran nutrien dan gas respirasi difasilitasi oleh sirkulasi fetotrofoblas. Formasi dan diferensiasi sistem hematopoetik vaskular terjadi pada kehamilan minggu ke III dan IV.
clip_image011
Kehamilan matur ( cukup bulan ) berlangsung kira-kira 40 minggu (280 hari) dan tidak lebih dari 43 minggu (300 hari). Kehamilan yang berlangsung antara 28 dan 36 minggu disebut kehamilan prematur, sedangkan bila lebih dari 43 minggu disebut kehamilan postmatur. Menurutr usia kehamilan, kehamilan dibagi menjadi:
-          Kehamilan trimester pertama : 0-14 minggu
-          Kehamilan trimester kedua : 14-28 minggu
-          Kehamian trimester ketiga : 28-42 minggu.

B.     TANDA-TANDA KEHAMILAN
Tanda-tanda kehamilan merupakan saat yang paling dinantikan oleh seorang perempuan yang menginginkan dirinya memiliki seorang buah hati dambaan keluaga (family hoping). Dengan terjadinya kehamilan menandakan bahwa pasangan suami isteri memiliki tingkat kesuburan yang baik dan hal ini juga menandakan bahwa mereka tidak memiliki masalah kesehatan yang berarti.
Dengan datangnya tanda-tanda kehamilan, hadirnya seorang buah hati dalam keluarga mereka tinggalah menunggu waktu. Keluarga terasa semakin lengkap dengan kehadiran buah hati yang dinanti.
Namun ada kalanya, pasangan suami isteri belum mengetahui secara betul mengenai tanda-tanda kehamilan ini. Mereka kadang masih bingung membedakan mana tanda-tanda kehamilan (pregnancy symptoms) sebenarnya dengan  tanda akan datang menstruasi, karena banyak kasus terjadi bahwa tanda-tanda kehamilan biasanya mirip dengan tanda-tanda akan datang menstruasi. Ketidaktahuan mengenai hal ini  juga menyebabkan beberapa kasus terjadinya keguguran (miscarriage).
Hal ini disebabkanmasih dilakukannya suatu aktivitas atau konsumsi makanan yang seharusnya tidak boleh dilakukan selama kehamilan, padahal sebetulnya dia sudah mengalami kehamilan. Dengan ketidaktahuan akan tanda-tanda kehamilan juga mengakibatkan persiapan yang matang menyongsong kehamilan menjadi terabaikan.

1.      Tanda-tanda preasumtif/dugaan kehamilan
a.       Amenore (tidak mendapat haid)
Penting diketahui tanggal hari pertama haid terakhir untuk menentukan usia kehamilan dan taksiran partus. Rumus taksiran partus menurut Naegele bila siklus haid ± 28 hari adalah: tanggal + 7,bulan – 3.
b.      Nausea (enek) dengan atau tanpa vomitus (muntah)
Sekitar 50% perempuan yang mengalami kehamilan akan memiliki tanda-tanda ini. Pemicunya adalah peningkatan hormon secara tiba-tiba dalam aliran darah. Hormon tersebut adalah HCG (Human chorionic Gonadotrophin). Selain dalam darah, peningkatan hormon ini juga terjadi pada saluran air kencing. Makanya, alat test pack kehamilan dilakukan melalui media air seni, hal ini dilakukan untuk mengukur terjadinya peningkatan kadar hormon HCG tersebut. Peningkatan hormon ini akan mengakibatkan efek pedih pada lapisan perut dan menimbulkan rasa mual.
Rasa mual ini biasanya akan menghilang memasuki kehamilan trimester kedua. Jika, rasa mual dan muntah masih terjadi pada usia kehamilan trimester kedua, sebaiknya periksakan dan konsultasikan mengenai hal ini ke dokter anda, karena akan mengganggu kehamilan anda.
Mual dan muntah ini biasa morning sickness karena biasanya terjadi pada saat di pagi hari. Namun kenyataannya, mual dan muntah dapat terjadi pada siang dan malam hari juga. Bahkan morning sickness terjadi hanya ketika si ibu mencium aroma atau wewangian tertentu.
c.       Mengidam ( mengingikan makanan atau minuman tertentu).
Sering terjadi pada bulan pertama akan tetapi hilang dengan semakin tuanya kehamilan.
d.      Konstipasi/ obstipasi
Disebabkan penurunan peristaltik usus oleh hormon steroid dan juga terjadi akibat peningkatan hormon progesterone. Hormon ini selain mengendurkan otot-otot rahim, juga berdampak pada mengendurnya otot dinding usus sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar. Namun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan peyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.
e.       Sering kencing
Terjadi karena kandung kemih pada bulan-bulan pertama kehamilan tertekan uterus yang mulai membesar. Gejala ini akan berkurang perlahan-lahan, lalu timbul lagi pada akhir kehamilan.
f.       Pingsan, mudah lelah dan mengantuk
Pada ibu hamil selain disebabkan oleh perubahan hormonal, juga akibat kinerja dari beberapa organ vital seperti ginjal, jantung, dan paru-paru, semakin bertambah. Organ-organ vital ini tidak hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan ibu saja, namun juga untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Perut ibu yang semakin membesar seiring dengan bertambahnya usia kehamilan juga memberikan beban tersendiri bagi tubuh ibu.Pingsan sering dijumpai bila berada di tempat ramai pada bulan-bulan pertama kehamilan, lalu hilang setelah kehamilan 18 minggu.
g.      Anoreksia (tidak ada nafsu makan).



2.      Tanda-tanda kehamilan tidak pasti
a.       Pigmentasi kulit. Terjadi kira-kira minggu ke-12 atau lebih. Timbul di pipi,hidung dan dahi, dikenal sebagai kloasma gravidarum. Terjadi karena pengaruh hormon plasenta yang merangsang melanofor dan kulit.
b.      Leukore. Sekret serviks meningkat karena pengaruh peningkatan hormon progesteron.
c.       Epulis (hipertrofi papila gingiva). Sering terjadi pada trimester pertama kehamilan.
d.      Perubahan payudara. Payudara menjadtegang dan membesar karena pangaruh estrogen dan prtogesteron yang merangsang duktuli dan alveoli payudara. Daerah areola menjadi lebih hitam karena deposit pigmen berlebihan. Terdapat kolostrum bila kehamilan lebih dari 12 minggu.
e.       Pembesaran abdomen. Jelas terlihat setelah kehamilan 14 minggu.
f.       Suhu basal meningkat terus antara 37,2-37,8°C. Jika terjadi kehamilan atau ovulasi, maka suhu basal tubuh ibu akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan. Kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi.
g.      Perubahan organ-organ dalam pelvik:
-          Tanda chadwick : vagian livid, terjadi kira-kira minggu ke-6.
-          Tanda hegar: segmen bawah uterus lembek pada perabaan.
-          Tanda piscaseck : uterus membesar ke salah satu jurusan.
-          Tanda braxton-hicks : uterus brekontraksi bila dirangsang. Tanda ini khas untuk uterus pada masa kehamilan.
h.      Tes kehamilan.
Yang banyak dipakai pemeriksaan hormon korionik gonadotropin (hCG) dalam urin. Dasarnya reaksi antigen-antibodi dengan hCG sebagai antigen. Cara yang banyak digunakan hemaglutinasi. Kadar terendah yang terdeteksi 50 iu/L hCG,dapat ditemukan pada hari pertama haid tidak datang. Tes yang dikenal antara alain testpack plus hCG-Urine®, sure step/ sure strip®, evatest®, event test®, RST-hCG®, beta gravindex®,dsb. Hasil positif palsu dapat diperoleh dari penyakit trofoblas ganas.




3.      Tanda-tanda kehamilan pasti
a.       Pada palpasi dirasakan bagian janin dan balotemen serta gerak janin.
b.      Pada auskultasi terdengar bunyi jantung janin (BJJ). Dengan stetoskop Laennec BJJ baru terdengar pada kehamilan 18-20 minggu. Dengan alat Doppler BJJ terdengar pada kehamilan 12 mingggu.
c.       Dengan ultrasonografi (USG) atau scanning dapat dilihat gambaran janin.
d.      Pada pemeriksaan sinar X tampak kerangka janin. Tidak dilakukan lagi sekarng karena dampak radiasi terhadap janin.

4.      Perubahan fisiologi dalam kehamilan
a.       Perubahan pada system endokrin
1.      Plasenta
Plasenta adalah kelenjar hormone aktif yang khusus untuk kehamilan. Mormon yang dihasilkannya adalah human chorionic gonadotropihin (HCG), estrogen, progesterone dan human placental lactogen (HPL). Semua hormone ini sangat berguna dalam mendukung kehidupan janin dan ibu selama masa kehamilan.
2.      HCG
Hormon ini diproduksi oleh sel tropoblast yang berkembang pada saat mulai menemplenya sel telur yang telah dibuahi. Hormon ini akan dilepaskan kedarah ibu dan akan menstimulus pertumbuhan korpus luteum pada trimester I kehamilan. Corpus luteum ini akan memproduksi hormone estrogen dan progesterone yang merupakan hormone yang sangat pentung untuk mempertahankan kehamilan.
3.      Estrogen
Produksi estrogen pada usia kehamilan sampai dengan 12 minggu diproduksi dalam jumlah besar oleh korpus luteum dan sesudahnya diproduksi oleh plasenta. Fungsinya adalah menstimulus pertumbuhan di dalam uterus. Duktus – duktus dalam mamae. Putting susu ibu dan mempengaruhi vagina. Estrogen juga berperan meretensi atau menahan cairan dan elektrolit dalam jaringan tubuh wanita hamil, menekan ovulasi dan menghambat proses lactasi pada masa kehamilan.
4.      Progesteron
Berfungsi membuat uterus menjadi tebal sehingga bisa digunakan untuk penempelan hasil konsepsi, mematangkan funsi mamae untuk siap memproduksi ASI.
b.      Perubahan pada organ reproduksi
1.      Uterus
Selama kehamilan berat uterus naik dari 60 gr menjadi 1000 gr pada usia kehamilan aterm. Ukurannya menjadi panjang 30 cm X 23 Cm X 20 cm. Seluruh komponen jaringan yang ada dalam uterus berperan dalam pertumbuhan kehamilan. Uterus menjadi tebal, disebut deciduas oleh karena pertambahan besar dan jumlah sela baru. Pada awal kehamilan uterus menjadi tebal, tetapi pada akhir kehamilan uterus melar dan menipis, dimana saat kehamilan matang lapisan uterus hanya setebal 0,5 – 1 cm. Bentuk uterus berubah dari seperti buah pear menjadi bulat pada 12 minggu I kehamilan. Leher rahim berubah sedikit menjadi tebal. Panjang sedangkan servik tidak berubah.
-          Braxon Hicks
Braxon hicks adalah kontraksi tanpa rasa sakit yang ada pada trimester I kehamilan. Kontraksi ini tidak menyebabkan pembukaan serviks. Kontraksi ini justru membantu sirkulasi darah ibu ke plasenta.
-          Suplai darah
Suplai darah ke uterus semakin meningkat saat kehamilan. Vena dan arteri mengalami pembesaran atau dilatasi, sehingga memungkinkan untuk darah mengalir lebih banyak.
Rahim yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertrofi dan hiperplasia sehingga menjadi seberat 1000 gram saat akhir kehamilan otot rahim mengalami hiperplasia dan hipertrofi menjadi lebih besar, lunak dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin.
2.      Vagina (Liang Senggama)
Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh esterogen sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan (tanda chadwicks).
3.      Ovarium
Pada terjadinya kehamilan indung telur yang mengandung korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 16 minggu, tetapi setelah bulan IV corpus luteum ini akan mengisut.
4.      Payudara
Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan pemberian ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan yaitu esterogen, progesteron dan somamotropin.
5.      Dinding Perut
Pada seorang multigravida disamping strie yang baru terdapat juga garis putih agak mengkilat ialah perut cicatrik dan strie gravidarum pada kehamilan yang lalu.
6.      Kulit
Selain strie gravidarum pada kulit terdapat pula hiperpigmentasi kadang-kadang terdapat pada kulit muka (pipi) disebut cloasma gravidarum. Pada umumnya setelah partus selesai gejala hiperpigmentasi ini akan menghilang.

5.      Perubahan Psikologi Kehamilan
Menurut teori Reva Rubin:
a.       Trimester I
-          Penerima keluarga khususnya pasutri terhadap kehamilannya.
-          Perubahan kehidupan sehari-hari.
-          Mencari tanda kehamilan.
-          Merasa tidak sehat dan membenci kehamilannya.
-          Merasakan kekecewaan, penolakan, kecemasan, kesedihan.
-          Hasrat hubungan seks terbatas.
-          Khawatir kehilangan bentuk tubuh.
-          Ketidakstabilan mirip sindroma prahaid, mudah marah, ayunan suasana hati, irasionalisme, cengeng.
-          Perasaan was-was, takut dan gembira.
b.      Trimester II
-          Ibu merasa sehat.
-          Perut belum terlalu besar sehingga belum dirasa beban.
-          Sudah menerima kehamilan.
-          Libido meningkat.
-          Mulai merasa gerak janin.
-          Merasakan kehadiran bayi sebagai seorang diluar dirinya.
-          Merasa terlepas dari rasa cemas dan tidak nyaman.
c.       Trimester III
-          Disebut periode menunggu dan waspada sebab rasa tidak sabar menunggu kehamilannya.
-          Gerakan bayi dan membesarnya perut kadang merasa khawatir bayinya lahir sewaktu-waktu.
-          Meningkatkan kewaspadaan timbulnya tidak dan gejala persalinan.
-          Rasa tidak nyaman.
-          Kehilangan perhatian yang didapat dari hamil.
-          Semakin ingin menyudahi rasa kehamilannya.
-          Tidak sabaran dan resah.
-          Bermimpi dan berkhayal tentang si bayi.

6.      Perubahan pada system lain
a.        Perubaha pada system kardiovaskuler
Selama kehamilan diafragma terdorong keatas secara progresif, jantung terdesak keatas. Akibatnya apex jantung akan sedikit ke lateral bila dibandingkan dengan posisi wanita normal.
b.      Sistem pernafasan
Wanita hamil kadang mengeluh sesak dan pendek nafas. Ini disebabkan oleh usus yang tertekan kearah diafragma akibat uterus yang membesar.
c.       Sistem pencernaan .
Semakin bertambahnya umur kehamilan lambung dan usus terdesak oleh uterus yang membesar. Tonus otot – otot saluran pencernaan melemah dan makanan akan lebih lama berada dalam saluran pencernaan. Reabsorbsi makanan sempurna tetapi akan menimbulkan obstipasi.
d.      Sistem muskokelatal
Lordosis yang progresif merupakan komplikasi posisisi kedepan akibat uterus yang membesar, lordosisis menggeser pusat daya berat kebelakang kea rah tungkaiyang pada gilirannya menyebabkan perasaan tidak enak pada bagian bawah pinggang terutama pada akhir kehamilan.
e.       Sistem urinaria
Pembesaran dan penekanan uterus akibat bertambah besarnya kehamilan mengakibatkan meningkatnya frkuensi kencing.
f.       Sistem endokrin
Kelenjar tiroid dapat membesar sedikit sebagai kompensasi konsentrasi yodium yang rendah, kelenjar hiofise dapat membesar tetapi tidak berperan dalam kehamilan dan kelenjar adrenal tidak berpengaruh.
g.      Sistem reproduksi
Terjadi perubahan pada uterus, ovarium, vagina, vulva dan dinding perut.
h.      Sistem integument
Pada kulit terjadi hiper pigmentasi yaitu pada muka, payudara, perut dan vulva. (Pritchard, 1998)
i.        Perubahan psikis
Perubahan psikis ini meliputi perasaan takut yang ditimbulkan karena kehamilan menyebabkan perubahan besar pada badan ibu yang dianggap sesuatu yang baru. (Obstetri dan ginekologi, FK Padjadjaran Bandung, 1990).

C.    PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JANIN DAN PLASENTA
1.      Pertumbuhan dan Perkembangan Janin
a.       Minggu ke O Perkembangan janin.
Sperma membuahi ovum yang kemudian membagi dan masuk ke dalam uterus menempel sekitar hari ke – 11.
b.      Minggu ke – 4 atau bulan ke – I
-          Perkembangan janin
Dari discus embrionik, bagian tubuh yang pertama muncul yang kemudian akan menjadi tulang belakang, otak dan saraf tulang belakang. Jantung, sirkulasi darah dan saluran pencernakan terbentuk. Embrio kurang dari 0,64 cm.
-          Perubahan – perubahan maternal
Ibu terlambat menstruasi. Payudara menjadi membesar. Kelelahan yang kronik (menetap) dan sering kencing mulai terjadi berlangsung selama 3 bulan berikutnya, HCG ada didalam urine dan serum 9 hari.
c.       Minggu ke 8 atau bulan ke – II
-          Perkembangan janin
Perkembangan cepat. Jantungnya mulai memompa darah. Anggota badan terbentuk dengan baik. Perut muka dan bagian utama otak dapat dilihat. Telingga terbentuk dari lipatan kulit tulang dan otot yang kecil terbentuk dibawah kulit.
-          Perubahan – perubahan maternal
Mual muntah (morning sicknes). Mungkin terjadi sampai usia kehamilan 12 minggu. Uterus berubah dari bentuk pear menjadi globular. Tanda- tanda hegar dan goodell muncul. Serviks fleksi. Leukorrhea meningkat. Ibu mungkin terkejut atau senang dengan kehamilannya. Penambahan berat badan belum terlihat nyata.
d.      Minggu ke 12 atau belan ke – III

Tidak ada komentar:

Posting Komentar